Third Wave Coffee

Istilah Third Wave Coffee masih terbilang baru.

Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Thrish Rothgeb pada sebuah artikel di Wrecking Ball Coffee Roasters pada 2002. Pada tulisan yang dipublikasikan oleh Roaster Guild, The Flamekeeper, Rothgeb mendefinisikan ada tiga pergerakan di dalam dunia kopi dan menyebutnya dengan istilah “gelombang” atau “waves”. Lewat pengertian tersebut, “third wave” menjadi istilah yang popular hingga kini.

26 FAKTA Mengejutkan tentang KOPI

Kebangkitan Third Wave Coffee ditandai dengan mulai tertariknya para peminum kopi kepada kopi itu sendiri. Baik itu asal muasal bijinya, prosesnya hingga pada penyajian sebelum kopi hingga ke tegukan. Gelombang Ketiga ini memberikan respons pada kopi yang rasanya buruk dan cara penyajian kopi yang dianggap tak benar. Walaupun tak mengenyampingkan permasalahan pemasaran dan promosi, Third Wave Coffee peduli lebih dalam dari sekedari menikmati kopi saja.

 

 

Pada “Gelombang Pertama” konsemen memimpin industri dengan menarik masa untuk mengkonsumsi kopi sebanyak-banyaknya.SEJARAH “FIRST & SECOND WAVE COFFEE

Dengan mengedepankan kepraktisan dan kemudahan. Pada “Gelombang Kedua” industri kopi mulai membaik dengan mementingkan kualitas tapi lebih berkonsentrasi pada memasaran. Sedangkan pada “Gelombang Ketiga” produksi dan pemasaran tak lagi melulu dikedepankan, namun kopi itu sendiri yang menjelma pemeran utama yang menguasai pentas.

 

 

Pada era Third Wave Coffee proses produksi kepada kopi terasa lebih transparan. Para konsumen dengan  mudah dan mampu mengetahui dari mana sebuah biji kopi berasal, bagaimana biji tersebut diproses dan kelak dengan apa kopi hal yang demikian disajikan. Di era ini istilah single origin mulai timbul. Asal mula kopi yakni salah satu unsur|faktor paling penting di era “Gelombang Ketiga” sekaligus menandai bahwa industri kopi telah berubah.

 

SEJARAH “FIRST & SECOND WAVE COFFEE

 

Di sini juga mulai banyak bermunculan roaster dan kedai kopi independen yang mengoperasikan bisnisnya secara kecil-kecilan. Coffee shop baik kecil ataupun besar menyangrai kopi mereka sendiri dan bereksperimen dengan berbagai biji kopi. Di era ini juga perburuan biji-biji kopi eksotis mulai digemari. Seluruh penjuru dunia mulai mencari variasi kopi dan tertarik mengeksplorasi after taste yang ada pada setiap kopi. Bodi, acidity, bitterness, sweetness, aroma, manual brew dan lain-lain ialah kosa kata yang sering kali mewarnai “Gelombang Ketiga” ini. Mengupas tuntas karakter kopinya dengan meragam metode penyeduhan.

 

SEJARAH “FIRST & SECOND WAVE COFFEE

 

Tiga nama yang tak dapat dilepaskan dari era “Gelombang Ketiga” ialah Intelligentsia Coffee & Tea dari Chicago, Counter Culture Coffee dari Carolina Utara dan Stumptown Coffee Roasters dari Portland. Tiga nama besar yang lebih diketahui denga sebutan “Big Three” ini mewakili apa-apa yang disebutkan dalam “Kopi Gelombang Ketiga”. Third Wave Coffee

 

Cara membuat Kopi Nikmat di Copas - Cofee Passion

 

copas youtube buttoncopas whatsapp buttoncopas instagram buttonfb button

About the author: CopasCafeiners

Leave a Reply

Your email address will not be published.